Memelihara Ayam Tanpa Bau? Begini Caranya
Memelihara Ayam Broiler di Pekarangan Rumah, Bebas Polusi Bau
KANDANG AYAM MODERN : Saat ini di Malaysia sedang hangat diberitakan dikoran-koran, problem kandungan antibiotik didaging ayam yang menciptakan konsumsi daging ayam menurun, sehingga ketika ini sedang dicari teknologi yang ramah lingkungan untuk industri peternakan yang sanggup mengurangi pemakaian antibiotik pada ternak ayam mereka, sedangkan saya sudah melaksanakan penelitian hampir 10 tahun, dan saya berhasil menghilangkan ketergantungan terhadap pemakaian antibiotik, dan ketika ini saya sedang melaksanakan trial di Johor Bahru di peternakan ayam, dicoba satu sangkar kapasitas 7.500 ekor, trial yang menciptakan saya sangat bersemangat alasannya penemuan saya dihargai dan mungkin sanggup menjadi solusi buat peternakan di Malaysia, dengan bioteknologi dari Indonesia.
Saya ingin mengajak kompasianers untuk mencoba beternak ayam di pekarangan rumah, sanggup untuk pemenuhan gizi keluarga tanpa kuatir mengandung antibiotik, kita sanggup memulai dengan sangkar yang kecil saja, 1 sangkar ukuran 3x4 meter, dinding ditutup kawat ayam dan atap sanggup menggunakan seng, atap plastik bergelombang, lantai biarkan berupa tanah saja, ,dan jangan lupa beri penerangan pakai lampu ekonomis energi untuk penerangan. Usahakan yang terang alasannya ayam peliharaan akan terus makan sepanjang hari walau ketika malam, sehingga ayam cepat besar berarti cepat dipanen dan satu buah lampu pijar 60 watt, untuk penghangat buatan, kawasan makan dan kawasan minum banyak dijual di toko Poultry.
Persipan DOC Ayam Broiler
Banyak dijual bibit anak ayam sehari atau biasa di sebut DOC atau Day Old Chick, satu kotak isi 100 ekor, lantai tanah lapisi dengan sekam padi, biar kering dan hangat, ketika anak ayam mulai dikeluarkan dalam kandang, kita harus menyiapkan induk buatan dari lampu pijar 60 watt, yang di gantung, dan gantungan lampunya sanggup di atur tinggi rendahnya, bila lampu terlalu di bawah, atau terlalu panas, anak ayam biasanya berpencar, jikalau terlalu tinggi maka anak ayam jadi kumpul dibawah lampu atau terlalu dingin, harus diatur ketinggian nya hingga terlihat anak ayam beraktifitas normal, pada 1 ahad pertama biasanya sangkar ditutup pakai terpal biar suhu tetap hangat, bila sudah lewat 1 ahad dinding ditutup hanya malam hari saja.
Pakan Buatan Pabrik
Usahakan ayam diberikan pakan dari 1 brand yang sama, alasannya biasanya ada formula khusus yang diberikan tiap produsen pakan, bila berganti brand pakan, pertumbuhan ayam biasanya terganggu, pakan ayam usia 1 – 20 hari biasa diberi pakan Starter, 21 hari hingga panen diberi pakan Grower.
Penggunaan Biotetes
Biotetes ialah bioteknologi tetes yang dirancang untuk membantu meningkatkan metabolism pencernaan ternak, sehingga nutrisi dalam pakan sanggup terserap optimal, dikarenakan pencernaan ayam yang sederhana, menciptakan sisa protein yang belum terserap oleh tubuh, terbuang lewat kotoran, menciptakan kotoran berair dan bau, dengan teknologi biotetes ini, maka kotoran akan kering alasannya kandungan protein nya sudah terserap maksimal, menciptakan pemkaian pakan menjadi lebih efisien.
Aplikasi penggunaan biotetes dicampur di air minum pagi, sanggup di terangkan sebagai berikut :
Umur 1 – 7 hari 1 tetes / hari
Umur 7 – 14 hari 2 tetes / hari
Umur 15 – 21 hari 3 tetes / hari
Umur 22 – panen 4 tetes / hari
Hasil penggunaan biotetes adalah:
Kandang tidak berbau, sehingga sanggup beternak di halaman rumah, atau di pinggir rumah.
Pakan ayam menjadi efisien
Ayam sehat sepanjang hari
Tidak pakai antibiotic, vaksin dll
Daging ayam bebas kolesterol
Tinggi protein hingga 29,69 % bandingkan dengan ikan salmon hanya mengandung 21%.
Kaya Omega 9 hingga 4,99% (baik untuk penderita jantung coroner)
Panen sanggup dilakukan sehabis berat ayam diatas 1 kg, biasanya di umur 25 hari berat 1 kg sudah tercapai, panen sesuka hati, sesuai kebutuhan untuk makan keluarga, umur 35 hari panen terakhir dikarenakan berat ayam sudah lebih dari 2 kg, dan panen sekaligus kemudian bersihkan dan masukan ke dalam plastic per ekor kemudian di bekukan dalam freezer, maka ayam sanggup disimpan lama, bila dijual juga sanggup menambah pendapatan keluarga.
Analisa Biaya
100 ekor DOC Rp 5.000,- / ekor Rp 500.000,-
100 kg Pakan Starter Rp 8.000 ,-/ kg Rp 800.000,-
200 kg pakan grower Rp 7.500,- /kg Rp 1.500.000,-
1 botol Biotetes Rp 150.000/botol Rp 150.000,-
Lain-lain Rp 200.000,- Rp 200.000,-
Jumlah Rp 2.850.000,-
Bila di jual sebagai ayam sehat dengan janjkematian 5% saja, maka dihasilkan 95 ekor x @ 2 kg = 190 kg dengan harga jual ayam hidup Rp 30.000/ kg , maka didapat hasil kotor Rp 5.700.000,- maka laba masuk Rp 2.850.000,- sangat menggiurkan bukan? Ini gres skala rumahan, paling tidak ibu sanggup bantu embel-embel ekonomi keluarga ditengah angin puting-beliung krisis ini.
Bila dijual sebagai ayam beku, harga jual perkg sanggup 2 kali harga pasar, alasannya faktor sehat dan enak.
Bila konsumen sudah rasakan enaknya dan sehatnya, maka soal harga engga jadi masalah, bila skala diperbesar, maka biaya juga akan berubah dikarenakan banyak factor, menyerupai tenaga kerja, dan variable yang saya tidak sanggup jelaskan secara detail, tetapi contoh ini ialah contoh beternak ayam rumahan, yang sehat dan bebas polusi…..anda mau coba ?
Catatan: semua harga tergantung harga pasar, saya hanya menciptakan asumsi saja.
Inovasi menciptakan yang mustahil menjadi mungkin
Salam inovasi
KANDANG AYAM MODERN : Saat ini di Malaysia sedang hangat diberitakan dikoran-koran, problem kandungan antibiotik didaging ayam yang menciptakan konsumsi daging ayam menurun, sehingga ketika ini sedang dicari teknologi yang ramah lingkungan untuk industri peternakan yang sanggup mengurangi pemakaian antibiotik pada ternak ayam mereka, sedangkan saya sudah melaksanakan penelitian hampir 10 tahun, dan saya berhasil menghilangkan ketergantungan terhadap pemakaian antibiotik, dan ketika ini saya sedang melaksanakan trial di Johor Bahru di peternakan ayam, dicoba satu sangkar kapasitas 7.500 ekor, trial yang menciptakan saya sangat bersemangat alasannya penemuan saya dihargai dan mungkin sanggup menjadi solusi buat peternakan di Malaysia, dengan bioteknologi dari Indonesia.
Saya ingin mengajak kompasianers untuk mencoba beternak ayam di pekarangan rumah, sanggup untuk pemenuhan gizi keluarga tanpa kuatir mengandung antibiotik, kita sanggup memulai dengan sangkar yang kecil saja, 1 sangkar ukuran 3x4 meter, dinding ditutup kawat ayam dan atap sanggup menggunakan seng, atap plastik bergelombang, lantai biarkan berupa tanah saja, ,dan jangan lupa beri penerangan pakai lampu ekonomis energi untuk penerangan. Usahakan yang terang alasannya ayam peliharaan akan terus makan sepanjang hari walau ketika malam, sehingga ayam cepat besar berarti cepat dipanen dan satu buah lampu pijar 60 watt, untuk penghangat buatan, kawasan makan dan kawasan minum banyak dijual di toko Poultry.
Persipan DOC Ayam Broiler
Banyak dijual bibit anak ayam sehari atau biasa di sebut DOC atau Day Old Chick, satu kotak isi 100 ekor, lantai tanah lapisi dengan sekam padi, biar kering dan hangat, ketika anak ayam mulai dikeluarkan dalam kandang, kita harus menyiapkan induk buatan dari lampu pijar 60 watt, yang di gantung, dan gantungan lampunya sanggup di atur tinggi rendahnya, bila lampu terlalu di bawah, atau terlalu panas, anak ayam biasanya berpencar, jikalau terlalu tinggi maka anak ayam jadi kumpul dibawah lampu atau terlalu dingin, harus diatur ketinggian nya hingga terlihat anak ayam beraktifitas normal, pada 1 ahad pertama biasanya sangkar ditutup pakai terpal biar suhu tetap hangat, bila sudah lewat 1 ahad dinding ditutup hanya malam hari saja.
Pakan Buatan Pabrik
Usahakan ayam diberikan pakan dari 1 brand yang sama, alasannya biasanya ada formula khusus yang diberikan tiap produsen pakan, bila berganti brand pakan, pertumbuhan ayam biasanya terganggu, pakan ayam usia 1 – 20 hari biasa diberi pakan Starter, 21 hari hingga panen diberi pakan Grower.
Penggunaan Biotetes
Biotetes ialah bioteknologi tetes yang dirancang untuk membantu meningkatkan metabolism pencernaan ternak, sehingga nutrisi dalam pakan sanggup terserap optimal, dikarenakan pencernaan ayam yang sederhana, menciptakan sisa protein yang belum terserap oleh tubuh, terbuang lewat kotoran, menciptakan kotoran berair dan bau, dengan teknologi biotetes ini, maka kotoran akan kering alasannya kandungan protein nya sudah terserap maksimal, menciptakan pemkaian pakan menjadi lebih efisien.
Aplikasi penggunaan biotetes dicampur di air minum pagi, sanggup di terangkan sebagai berikut :
Umur 1 – 7 hari 1 tetes / hari
Umur 7 – 14 hari 2 tetes / hari
Umur 15 – 21 hari 3 tetes / hari
Umur 22 – panen 4 tetes / hari
Hasil penggunaan biotetes adalah:
Kandang tidak berbau, sehingga sanggup beternak di halaman rumah, atau di pinggir rumah.
Pakan ayam menjadi efisien
Ayam sehat sepanjang hari
Tidak pakai antibiotic, vaksin dll
Daging ayam bebas kolesterol
Tinggi protein hingga 29,69 % bandingkan dengan ikan salmon hanya mengandung 21%.
Kaya Omega 9 hingga 4,99% (baik untuk penderita jantung coroner)
Panen sanggup dilakukan sehabis berat ayam diatas 1 kg, biasanya di umur 25 hari berat 1 kg sudah tercapai, panen sesuka hati, sesuai kebutuhan untuk makan keluarga, umur 35 hari panen terakhir dikarenakan berat ayam sudah lebih dari 2 kg, dan panen sekaligus kemudian bersihkan dan masukan ke dalam plastic per ekor kemudian di bekukan dalam freezer, maka ayam sanggup disimpan lama, bila dijual juga sanggup menambah pendapatan keluarga.
Analisa Biaya
100 ekor DOC Rp 5.000,- / ekor Rp 500.000,-
100 kg Pakan Starter Rp 8.000 ,-/ kg Rp 800.000,-
200 kg pakan grower Rp 7.500,- /kg Rp 1.500.000,-
1 botol Biotetes Rp 150.000/botol Rp 150.000,-
Lain-lain Rp 200.000,- Rp 200.000,-
Jumlah Rp 2.850.000,-
Bila di jual sebagai ayam sehat dengan janjkematian 5% saja, maka dihasilkan 95 ekor x @ 2 kg = 190 kg dengan harga jual ayam hidup Rp 30.000/ kg , maka didapat hasil kotor Rp 5.700.000,- maka laba masuk Rp 2.850.000,- sangat menggiurkan bukan? Ini gres skala rumahan, paling tidak ibu sanggup bantu embel-embel ekonomi keluarga ditengah angin puting-beliung krisis ini.
Bila dijual sebagai ayam beku, harga jual perkg sanggup 2 kali harga pasar, alasannya faktor sehat dan enak.
Bila konsumen sudah rasakan enaknya dan sehatnya, maka soal harga engga jadi masalah, bila skala diperbesar, maka biaya juga akan berubah dikarenakan banyak factor, menyerupai tenaga kerja, dan variable yang saya tidak sanggup jelaskan secara detail, tetapi contoh ini ialah contoh beternak ayam rumahan, yang sehat dan bebas polusi…..anda mau coba ?
Catatan: semua harga tergantung harga pasar, saya hanya menciptakan asumsi saja.
Inovasi menciptakan yang mustahil menjadi mungkin
Salam inovasi

Komentar
Posting Komentar